Musim Penen Telah Tiba, Petani masih Merana

Padi yang sudah siap panen

Padi yang sudah siap panen

 

Setelah hampir 3 bulan merawat tanaman padi, para petani di Desa Cibeureum mulai dihadapkan pada musim panen.

Musim panen merupakan masa yang ditunggu-tunggu oleh semua petani, tak terkecuali oleh petani di Desa Cibeureum. Sayang, musim panen kali ini dirasa kurang menguntungkan bagi para petani yang ada di desa cibeureum kecamatan Talaga, mengingat biaya untuk memanen dianggap lumayan cukup besar. Mereka mengeluhkan dengan permintaan para buruh tani yang biasanya mereka melakukan panen dengan sitem gacong(pemberian 1 kg dari 10 kg hasil panen dengan gabah) sekarang para buruh menuntut pemberian upah dengan sistem harian. Para buruh meminta bayaran Rp 50.000,- per hari plus makan 2kali.

Adanya perubahan sistem pembayaran seperti itu dianggap para pemilik sawah sebagai beban baru, mengingat mereka sudah  banyak mengeluarkan  biaya dari mulai pengolahan sawah, penyiangan (ngarambet-sunda) pemupukan, obat-obatan dan biaya yang lainya. Selain biaya tersebut, mereka dihadapkan pada biaya angkut gabah hingga sampai ke rumah mereka yang tiap tahun terus mengalami kenaikan, sementara hasil panen mereka tidak ada kenaikan, yang ada mereka kerugian.

Selain adanya perubahan sistem pengupahan, mereka mengeluhkan akan sulitnya mencari pekerja, dimana para buruh tani yang semakin berkurang karena para generasi muda yang masih produktif sudah enggan bekerja disektor pertanian, ditambah berbarengan dengan para petani lain yang sudah lebih dulu menggarap sawah mereka untuk proses tanam musim kedua( hawara).

Adanya biaya yang terus melambung tinggi serta penghasilan yang tetap telah menjadikan para petani dirundung kebingungan. mereka seolah serba bingung dan terus dibayang-banyangi kesulitan.

Share

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *